music_note
Pop Rock
music_note
Acoustic Pop
music_note
Philosophical Pop
music_note
Indonesian Pop
library_music
2 Lagu
Sabrang Mowo Damar Panuluh, lebih dikenal sebagai Noe Letto, lahir di Yogyakarta pada 10 Juni 1979. Putra budayawan besar Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan lulusan Matematika & Fisika University of Alberta Kanada ini diakui secara luas sebagai salah satu pencipta lagu paling puitis dan kaya makna filosofis dalam sejarah musik Indonesia. Lagu-lagu mahakarya ciptaannya meliputi 'Ruang Rindu', 'Sebelum Cahaya', 'Sandaran Hati', 'Permintaan Hati', 'Sebenarnya Cinta', 'Lubang di Hati', 'Bunga di Malam Sepi', 'Senyumanmu', dan 'Kepada Hati Itu'.
Sabrang Mowo Damar Panuluh, lebih dikenal sebagai Noe Letto, lahir di Yogyakarta pada 10 Juni 1979. Putra budayawan besar Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan lulusan Matematika & Fisika University of Alberta Kanada ini diakui secara luas sebagai salah satu pencipta lagu paling puitis dan kaya makna filosofis dalam sejarah musik Indonesia. Lagu-lagu mahakarya ciptaannya meliputi 'Ruang Rindu', 'Sebelum Cahaya', 'Sandaran Hati', 'Permintaan Hati', 'Sebenarnya Cinta', 'Lubang di Hati', 'Bunga di Malam Sepi', 'Senyumanmu', dan 'Kepada Hati Itu'.
Tentang Noe Letto
Sabrang Mowo Damar Panuluh, lebih dikenal sebagai Noe Letto, lahir di Yogyakarta pada 10 Juni 1979. Putra budayawan besar Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan lulusan Matematika & Fisika University of Alberta Kanada ini diakui secara luas sebagai salah satu pencipta lagu paling puitis dan kaya makna filosofis dalam sejarah musik Indonesia. Lagu-lagu mahakarya ciptaannya meliputi 'Ruang Rindu', 'Sebelum Cahaya', 'Sandaran Hati', 'Permintaan Hati', 'Sebenarnya Cinta', 'Lubang di Hati', 'Bunga di Malam Sepi', 'Senyumanmu', dan 'Kepada Hati Itu'.
Sabrang Mowo Damar Panuluh, lebih dikenal sebagai Noe Letto, lahir di Yogyakarta pada 10 Juni 1979. Putra budayawan besar Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan lulusan Matematika & Fisika University of Alberta Kanada ini diakui secara luas sebagai salah satu pencipta lagu paling puitis dan kaya makna filosofis dalam sejarah musik Indonesia. Lagu-lagu mahakarya ciptaannya meliputi 'Ruang Rindu', 'Sebelum Cahaya', 'Sandaran Hati', 'Permintaan Hati', 'Sebenarnya Cinta', 'Lubang di Hati', 'Bunga di Malam Sepi', 'Senyumanmu', dan 'Kepada Hati Itu'.