music_note
City Pop
music_note
Pop Soul
music_note
Jazz Pop
music_note
Tembang Kenangan
music_note
Indonesian Pop
library_music
2 Lagu
Dozy Leonard Likumahuwa, yang lebih dikenal secara abadi sebagai Utha Likumahuwa, lahir di Ambon, Maluku pada 1 Agustus 1955 dan wafat di Jakarta pada 13 September 2011. Beliau adalah salah satu penyanyi pop, soul, dan jazz legendaris terbesar dalam sejarah musik Indonesia yang menyandang gelar kehormatan sebagai vokalis pria dengan suara emas dan teknik vokal terbaik di Asia Tenggara, dibuktikan dengan kemenangannya sebagai Best Singer di ajang bergengsi ASEAN Pop Song Festival.
Karya-karya hits monumentalnya seperti 'Sesaat Kau Hadir' (1987), 'Esok Kan Masih Ada', 'Puncak Asmara', 'Tersiksa Lagi', 'Rame-Rame', 'Mungkinkah Terjadi', dan 'Dinda Hesty' merupakan mahakarya pop kreatif dan city pop Indonesia yang tak tertandingi keindahannya. Karakter vokal baritonnya yang sangat lembut, berwibawa, penuh penjiwaan soul, dan improvisasi jazz yang mewah menjadi inspirasi utama bagi generasi musisi pop papan atas Indonesia seperti Glenn Fredly dan Harvey Malaihollo.
Warisan karya Utha Likumahuwa abadi dan terus diaransemen ulang oleh musisi lintas generasi di seluruh Asia.
Kunci gitar dan partitur lagu-lagu Utha Likumahuwa (khususnya 'Sesaat Kau Hadir' dan 'Esok Kan Masih Ada') merupakan kurikulum wajib bagi para pemain gitar akustik dan musisi jazz di Indonesia. Harmonisasi progresi akor city pop yang mewah (major-7th, minor-9th, dan modulasi halus) menjadikannya karya seni musik paling elegan untuk dipelajari dan dimainkan.
Dozy Leonard Likumahuwa, yang lebih dikenal secara abadi sebagai Utha Likumahuwa, lahir di Ambon, Maluku pada 1 Agustus 1955 dan wafat di Jakarta pada 13 September 2011. Beliau adalah salah satu penyanyi pop, soul, dan jazz legendaris terbesar dalam sejarah musik Indonesia yang menyandang gelar kehormatan sebagai vokalis pria dengan suara emas dan teknik vokal terbaik di Asia Tenggara, dibuktikan dengan kemenangannya sebagai Best Singer di ajang bergengsi ASEAN Pop Song Festival.
Karya-karya hits monumentalnya seperti 'Sesaat Kau Hadir' (1987), 'Esok Kan Masih Ada', 'Puncak Asmara', 'Tersiksa Lagi', 'Rame-Rame', 'Mungkinkah Terjadi', dan 'Dinda Hesty' merupakan mahakarya pop kreatif dan city pop Indonesia yang tak tertandingi keindahannya. Karakter vokal baritonnya yang sangat lembut, berwibawa, penuh penjiwaan soul, dan improvisasi jazz yang mewah menjadi inspirasi utama bagi generasi musisi pop papan atas Indonesia seperti Glenn Fredly dan Harvey Malaihollo.
Warisan karya Utha Likumahuwa abadi dan terus diaransemen ulang oleh musisi lintas generasi di seluruh Asia.
Kunci gitar dan partitur lagu-lagu Utha Likumahuwa (khususnya 'Sesaat Kau Hadir' dan 'Esok Kan Masih Ada') merupakan kurikulum wajib bagi para pemain gitar akustik dan musisi jazz di Indonesia. Harmonisasi progresi akor city pop yang mewah (major-7th, minor-9th, dan modulasi halus) menjadikannya karya seni musik paling elegan untuk dipelajari dan dimainkan.
Tentang Utha Likumahuwa
Dozy Leonard Likumahuwa, yang lebih dikenal secara abadi sebagai Utha Likumahuwa, lahir di Ambon, Maluku pada 1 Agustus 1955 dan wafat di Jakarta pada 13 September 2011. Beliau adalah salah satu penyanyi pop, soul, dan jazz legendaris terbesar dalam sejarah musik Indonesia yang menyandang gelar kehormatan sebagai vokalis pria dengan suara emas dan teknik vokal terbaik di Asia Tenggara, dibuktikan dengan kemenangannya sebagai Best Singer di ajang bergengsi ASEAN Pop Song Festival.
Karya-karya hits monumentalnya seperti 'Sesaat Kau Hadir' (1987), 'Esok Kan Masih Ada', 'Puncak Asmara', 'Tersiksa Lagi', 'Rame-Rame', 'Mungkinkah Terjadi', dan 'Dinda Hesty' merupakan mahakarya pop kreatif dan city pop Indonesia yang tak tertandingi keindahannya. Karakter vokal baritonnya yang sangat lembut, berwibawa, penuh penjiwaan soul, dan improvisasi jazz yang mewah menjadi inspirasi utama bagi generasi musisi pop papan atas Indonesia seperti Glenn Fredly dan Harvey Malaihollo.
Warisan karya Utha Likumahuwa abadi dan terus diaransemen ulang oleh musisi lintas generasi di seluruh Asia.
Kunci gitar dan partitur lagu-lagu Utha Likumahuwa (khususnya 'Sesaat Kau Hadir' dan 'Esok Kan Masih Ada') merupakan kurikulum wajib bagi para pemain gitar akustik dan musisi jazz di Indonesia. Harmonisasi progresi akor city pop yang mewah (major-7th, minor-9th, dan modulasi halus) menjadikannya karya seni musik paling elegan untuk dipelajari dan dimainkan.
Dozy Leonard Likumahuwa, yang lebih dikenal secara abadi sebagai Utha Likumahuwa, lahir di Ambon, Maluku pada 1 Agustus 1955 dan wafat di Jakarta pada 13 September 2011. Beliau adalah salah satu penyanyi pop, soul, dan jazz legendaris terbesar dalam sejarah musik Indonesia yang menyandang gelar kehormatan sebagai vokalis pria dengan suara emas dan teknik vokal terbaik di Asia Tenggara, dibuktikan dengan kemenangannya sebagai Best Singer di ajang bergengsi ASEAN Pop Song Festival.
Karya-karya hits monumentalnya seperti 'Sesaat Kau Hadir' (1987), 'Esok Kan Masih Ada', 'Puncak Asmara', 'Tersiksa Lagi', 'Rame-Rame', 'Mungkinkah Terjadi', dan 'Dinda Hesty' merupakan mahakarya pop kreatif dan city pop Indonesia yang tak tertandingi keindahannya. Karakter vokal baritonnya yang sangat lembut, berwibawa, penuh penjiwaan soul, dan improvisasi jazz yang mewah menjadi inspirasi utama bagi generasi musisi pop papan atas Indonesia seperti Glenn Fredly dan Harvey Malaihollo.
Warisan karya Utha Likumahuwa abadi dan terus diaransemen ulang oleh musisi lintas generasi di seluruh Asia.
Kunci gitar dan partitur lagu-lagu Utha Likumahuwa (khususnya 'Sesaat Kau Hadir' dan 'Esok Kan Masih Ada') merupakan kurikulum wajib bagi para pemain gitar akustik dan musisi jazz di Indonesia. Harmonisasi progresi akor city pop yang mewah (major-7th, minor-9th, dan modulasi halus) menjadikannya karya seni musik paling elegan untuk dipelajari dan dimainkan.
genetics
Musical DNA & Profil Komposisi
Analisis kecenderungan harmoni, tangga nada favorit, dan gaya penulisan lagu Utha Likumahuwa.
2 Lagu Dianalisis
psychology
50% repertoar lagu Utha Likumahuwa menggunakan tangga nada dasar D dengan rata-rata 19.5 chord per lagu (Mahir / Kompleks).