music_note
Keroncong
music_note
Langgam Jawa
music_note
Campursari
music_note
Tradisional Jawa
library_music
1 Lagu
Hj. Waldjinah adalah penyanyi keroncong dan langgam Jawa legendaris terbesar di Indonesia kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 7 November 1945. Dikenal dengan teknik cengkok keroncong yang sangat halus, jangkauan nada tinggi yang merdu, dan busana kebaya klasik yang anggun, Waldjinah dijuluki sebagai 'Ratu Keroncong Indonesia'.
Karya-karya monumentalnya melahirkan tembang-tembang keroncong dan langgam abadi bangsa, di antaranya 'Walang Kekek', 'Andhe-Andhe Lumut', 'Jangkrik Genggong', 'Caping Gunung', 'Yen Ing Tawang Ono Lintang', 'Ayo Ngguyu', dan duet legendaris bersama Gesang serta Chrisye.
Bagi pemain gitar akustik, ukulele cak-cuk, dan keyboard, tembang-tembang Waldjinah menyajikan harmoni keroncong asli Indonesia yang sangat anggun dan sarat nilai budaya adiluhung.
Hj. Waldjinah adalah penyanyi keroncong dan langgam Jawa legendaris terbesar di Indonesia kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 7 November 1945. Dikenal dengan teknik cengkok keroncong yang sangat halus, jangkauan nada tinggi yang merdu, dan busana kebaya klasik yang anggun, Waldjinah dijuluki sebagai 'Ratu Keroncong Indonesia'.
Karya-karya monumentalnya melahirkan tembang-tembang keroncong dan langgam abadi bangsa, di antaranya 'Walang Kekek', 'Andhe-Andhe Lumut', 'Jangkrik Genggong', 'Caping Gunung', 'Yen Ing Tawang Ono Lintang', 'Ayo Ngguyu', dan duet legendaris bersama Gesang serta Chrisye.
Bagi pemain gitar akustik, ukulele cak-cuk, dan keyboard, tembang-tembang Waldjinah menyajikan harmoni keroncong asli Indonesia yang sangat anggun dan sarat nilai budaya adiluhung.
Tentang Waldjinah
Hj. Waldjinah adalah penyanyi keroncong dan langgam Jawa legendaris terbesar di Indonesia kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 7 November 1945. Dikenal dengan teknik cengkok keroncong yang sangat halus, jangkauan nada tinggi yang merdu, dan busana kebaya klasik yang anggun, Waldjinah dijuluki sebagai 'Ratu Keroncong Indonesia'.
Karya-karya monumentalnya melahirkan tembang-tembang keroncong dan langgam abadi bangsa, di antaranya 'Walang Kekek', 'Andhe-Andhe Lumut', 'Jangkrik Genggong', 'Caping Gunung', 'Yen Ing Tawang Ono Lintang', 'Ayo Ngguyu', dan duet legendaris bersama Gesang serta Chrisye.
Bagi pemain gitar akustik, ukulele cak-cuk, dan keyboard, tembang-tembang Waldjinah menyajikan harmoni keroncong asli Indonesia yang sangat anggun dan sarat nilai budaya adiluhung.
Hj. Waldjinah adalah penyanyi keroncong dan langgam Jawa legendaris terbesar di Indonesia kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 7 November 1945. Dikenal dengan teknik cengkok keroncong yang sangat halus, jangkauan nada tinggi yang merdu, dan busana kebaya klasik yang anggun, Waldjinah dijuluki sebagai 'Ratu Keroncong Indonesia'.
Karya-karya monumentalnya melahirkan tembang-tembang keroncong dan langgam abadi bangsa, di antaranya 'Walang Kekek', 'Andhe-Andhe Lumut', 'Jangkrik Genggong', 'Caping Gunung', 'Yen Ing Tawang Ono Lintang', 'Ayo Ngguyu', dan duet legendaris bersama Gesang serta Chrisye.
Bagi pemain gitar akustik, ukulele cak-cuk, dan keyboard, tembang-tembang Waldjinah menyajikan harmoni keroncong asli Indonesia yang sangat anggun dan sarat nilai budaya adiluhung.
genetics
Musical DNA & Profil Komposisi
Analisis kecenderungan harmoni, tangga nada favorit, dan gaya penulisan lagu Waldjinah.
1 Lagu Dianalisis
psychology
100% repertoar lagu Waldjinah menggunakan tangga nada dasar C dengan rata-rata 4 chord per lagu (Tingkat Menengah).