music_note
Pop Sunda
music_note
Calung Modern
music_note
Dangdut Sunda
music_note
Etnik Jawa Barat
library_music
1 Lagu
Hendarso (dikenal di seluruh Jawa Barat sebagai Darso / Si Raja Calung) adalah penyanyi dan musisi pop Sunda legendaris kelahiran Bandung, Jawa Barat, 12 Agustus 1945 (wafat 12 September 2011). Dikenal dengan gaya panggung yang eksentrik, teknik vokal yang sangat khas dan bertenaga, serta keterampilannya memainkan instrumen calung bambu, Darso meletakkan tonggak sejarah penting dalam musik etnik Sunda modern.
Karya-karya tembang monumentalnya yang dicintai lintas generasi meliputi 'Kabogoh Jauh', 'Dina Amparan Sajadah', 'Mawar Bodas', 'Batrawali', 'Cucu Deui', 'Halangan Diri', 'Maripi', dan 'Sancang Pameungpeuk'.
Bagi pemain gitar akustik dan calung, lagu-lagu Darso menyajikan irama lagu Sunda yang sangat lincah dan penuh energi untuk dinyanyikan bersama.
Hendarso (dikenal di seluruh Jawa Barat sebagai Darso / Si Raja Calung) adalah penyanyi dan musisi pop Sunda legendaris kelahiran Bandung, Jawa Barat, 12 Agustus 1945 (wafat 12 September 2011). Dikenal dengan gaya panggung yang eksentrik, teknik vokal yang sangat khas dan bertenaga, serta keterampilannya memainkan instrumen calung bambu, Darso meletakkan tonggak sejarah penting dalam musik etnik Sunda modern.
Karya-karya tembang monumentalnya yang dicintai lintas generasi meliputi 'Kabogoh Jauh', 'Dina Amparan Sajadah', 'Mawar Bodas', 'Batrawali', 'Cucu Deui', 'Halangan Diri', 'Maripi', dan 'Sancang Pameungpeuk'.
Bagi pemain gitar akustik dan calung, lagu-lagu Darso menyajikan irama lagu Sunda yang sangat lincah dan penuh energi untuk dinyanyikan bersama.
Tentang Darso
Hendarso (dikenal di seluruh Jawa Barat sebagai Darso / Si Raja Calung) adalah penyanyi dan musisi pop Sunda legendaris kelahiran Bandung, Jawa Barat, 12 Agustus 1945 (wafat 12 September 2011). Dikenal dengan gaya panggung yang eksentrik, teknik vokal yang sangat khas dan bertenaga, serta keterampilannya memainkan instrumen calung bambu, Darso meletakkan tonggak sejarah penting dalam musik etnik Sunda modern.
Karya-karya tembang monumentalnya yang dicintai lintas generasi meliputi 'Kabogoh Jauh', 'Dina Amparan Sajadah', 'Mawar Bodas', 'Batrawali', 'Cucu Deui', 'Halangan Diri', 'Maripi', dan 'Sancang Pameungpeuk'.
Bagi pemain gitar akustik dan calung, lagu-lagu Darso menyajikan irama lagu Sunda yang sangat lincah dan penuh energi untuk dinyanyikan bersama.
Hendarso (dikenal di seluruh Jawa Barat sebagai Darso / Si Raja Calung) adalah penyanyi dan musisi pop Sunda legendaris kelahiran Bandung, Jawa Barat, 12 Agustus 1945 (wafat 12 September 2011). Dikenal dengan gaya panggung yang eksentrik, teknik vokal yang sangat khas dan bertenaga, serta keterampilannya memainkan instrumen calung bambu, Darso meletakkan tonggak sejarah penting dalam musik etnik Sunda modern.
Karya-karya tembang monumentalnya yang dicintai lintas generasi meliputi 'Kabogoh Jauh', 'Dina Amparan Sajadah', 'Mawar Bodas', 'Batrawali', 'Cucu Deui', 'Halangan Diri', 'Maripi', dan 'Sancang Pameungpeuk'.
Bagi pemain gitar akustik dan calung, lagu-lagu Darso menyajikan irama lagu Sunda yang sangat lincah dan penuh energi untuk dinyanyikan bersama.
genetics
Musical DNA & Profil Komposisi
Analisis kecenderungan harmoni, tangga nada favorit, dan gaya penulisan lagu Darso.
1 Lagu Dianalisis
psychology
100% repertoar lagu Darso menggunakan tangga nada dasar Am dengan rata-rata 9 chord per lagu (Mahir / Kompleks).