Sore didirikan di Jakarta pada tahun 2002 oleh Ade Paloh (vokal & gitar - Alm), Mondo Gascaro (piano/vokal), Awan Garnida (bass/vokal), Bemby Gusti (drum/vokal), dan Reza Dwiputranto (gitar/vokal). Sore diakui oleh majalah Time Asia sebagai salah satu dari 'Five Asian Albums Worth Buying' berkat kekayaan aransemen jazzy pop klasik 60-an, waltz, dan harmoni vokal empat suara yang menakjubkan. Album mahakarya 'Centralismo' (2005), 'Ports of Lima' (2008), dan 'Los Skut Matos' (2015) melahirkan lagu-lagu abadi seperti 'Setengah Lima', 'Pergi Tanpa Pesan', 'No Fruits for Today', 'Ssst...', 'Mata Berdebu', dan 'Merintih Perih'.
Sore didirikan di Jakarta pada tahun 2002 oleh Ade Paloh (vokal & gitar - Alm), Mondo Gascaro (piano/vokal), Awan Garnida (bass/vokal), Bemby Gusti (drum/vokal), dan Reza Dwiputranto (gitar/vokal). Sore diakui oleh majalah Time Asia sebagai salah satu dari 'Five Asian Albums Worth Buying' berkat kekayaan aransemen jazzy pop klasik 60-an, waltz, dan harmoni vokal empat suara yang menakjubkan. Album mahakarya 'Centralismo' (2005), 'Ports of Lima' (2008), dan 'Los Skut Matos' (2015) melahirkan lagu-lagu abadi seperti 'Setengah Lima', 'Pergi Tanpa Pesan', 'No Fruits for Today', 'Ssst...', 'Mata Berdebu', dan 'Merintih Perih'.