Karawitan Sunda
Kliningan
Degung
Tradisional Sunda
Suryamah, yang lebih dikenal secara legendaris dengan nama panggung Upit Sarimanah, lahir di Sadang, Purwakarta, Jawa Barat pada 16 April 1928 dan wafat pada 11 Februari 1992. Beliau adalah pesinden agung, pelopor seni kliningan dan degung Sunda modern, serta ikon seni budaya terbesar Indonesia yang kerap diundang langsung oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, untuk tampil di Istana Kepresidenan.
Upit Sarimanah mencatatkan sejarah monumental sebagai pesinden Sunda pertama yang merekam suaranya ke dalam piringan hitam (vinyl) pada era 1950-an melalui label Irama Records dan Lokananta. Mahakarya abadi yang ia lantunkan meliputi 'Mojang Priangan', 'Bajing Luncat', 'Sakadang Kuuk', 'Karatagan Pahlawan', dan 'Kidung Kasmaran'. Suara cengkok sinden Sundanya yang sangat meliuk indah, jernih, dan berwibawa meletakkan standar tertinggi seni vokal karawitan di Jawa Barat.
Karya dan jasa Upit Sarimanah telah menjadi warisan budaya tak ternilai yang terus dipelajari dan dilestarikan oleh generasi sinden dan musisi tradisional di seluruh Nusantara.
Kunci gitar dan partitur lagu-lagu Upit Sarimanah (terutama 'Mojang Priangan' dan 'Bajing Luncat') merupakan materi klasik yang sangat dihormati di Indonesia. Harmonisasi tangga nada pentatonik salendro/madenda yang dipadukan dengan progresi akor gitar akustik menjadikannya karya seni yang sangat indah dan menantang untuk dipelajari.
Suryamah, yang lebih dikenal secara legendaris dengan nama panggung Upit Sarimanah, lahir di Sadang, Purwakarta, Jawa Barat pada 16 April 1928 dan wafat pada 11 Februari 1992. Beliau adalah pesinden agung, pelopor seni kliningan dan degung Sunda modern, serta ikon seni budaya terbesar Indonesia yang kerap diundang langsung oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, untuk tampil di Istana Kepresidenan.
Upit Sarimanah mencatatkan sejarah monumental sebagai pesinden Sunda pertama yang merekam suaranya ke dalam piringan hitam (vinyl) pada era 1950-an melalui label Irama Records dan Lokananta. Mahakarya abadi yang ia lantunkan meliputi 'Mojang Priangan', 'Bajing Luncat', 'Sakadang Kuuk', 'Karatagan Pahlawan', dan 'Kidung Kasmaran'. Suara cengkok sinden Sundanya yang sangat meliuk indah, jernih, dan berwibawa meletakkan standar tertinggi seni vokal karawitan di Jawa Barat.
Karya dan jasa Upit Sarimanah telah menjadi warisan budaya tak ternilai yang terus dipelajari dan dilestarikan oleh generasi sinden dan musisi tradisional di seluruh Nusantara.
Kunci gitar dan partitur lagu-lagu Upit Sarimanah (terutama 'Mojang Priangan' dan 'Bajing Luncat') merupakan materi klasik yang sangat dihormati di Indonesia. Harmonisasi tangga nada pentatonik salendro/madenda yang dipadukan dengan progresi akor gitar akustik menjadikannya karya seni yang sangat indah dan menantang untuk dipelajari.
Tentang Upit Sarimanah
Suryamah, yang lebih dikenal secara legendaris dengan nama panggung Upit Sarimanah, lahir di Sadang, Purwakarta, Jawa Barat pada 16 April 1928 dan wafat pada 11 Februari 1992. Beliau adalah pesinden agung, pelopor seni kliningan dan degung Sunda modern, serta ikon seni budaya terbesar Indonesia yang kerap diundang langsung oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, untuk tampil di Istana Kepresidenan.
Upit Sarimanah mencatatkan sejarah monumental sebagai pesinden Sunda pertama yang merekam suaranya ke dalam piringan hitam (vinyl) pada era 1950-an melalui label Irama Records dan Lokananta. Mahakarya abadi yang ia lantunkan meliputi 'Mojang Priangan', 'Bajing Luncat', 'Sakadang Kuuk', 'Karatagan Pahlawan', dan 'Kidung Kasmaran'. Suara cengkok sinden Sundanya yang sangat meliuk indah, jernih, dan berwibawa meletakkan standar tertinggi seni vokal karawitan di Jawa Barat.
Karya dan jasa Upit Sarimanah telah menjadi warisan budaya tak ternilai yang terus dipelajari dan dilestarikan oleh generasi sinden dan musisi tradisional di seluruh Nusantara.
Kunci gitar dan partitur lagu-lagu Upit Sarimanah (terutama 'Mojang Priangan' dan 'Bajing Luncat') merupakan materi klasik yang sangat dihormati di Indonesia. Harmonisasi tangga nada pentatonik salendro/madenda yang dipadukan dengan progresi akor gitar akustik menjadikannya karya seni yang sangat indah dan menantang untuk dipelajari.
Suryamah, yang lebih dikenal secara legendaris dengan nama panggung Upit Sarimanah, lahir di Sadang, Purwakarta, Jawa Barat pada 16 April 1928 dan wafat pada 11 Februari 1992. Beliau adalah pesinden agung, pelopor seni kliningan dan degung Sunda modern, serta ikon seni budaya terbesar Indonesia yang kerap diundang langsung oleh Presiden Republik Indonesia pertama, Ir. Soekarno, untuk tampil di Istana Kepresidenan.
Upit Sarimanah mencatatkan sejarah monumental sebagai pesinden Sunda pertama yang merekam suaranya ke dalam piringan hitam (vinyl) pada era 1950-an melalui label Irama Records dan Lokananta. Mahakarya abadi yang ia lantunkan meliputi 'Mojang Priangan', 'Bajing Luncat', 'Sakadang Kuuk', 'Karatagan Pahlawan', dan 'Kidung Kasmaran'. Suara cengkok sinden Sundanya yang sangat meliuk indah, jernih, dan berwibawa meletakkan standar tertinggi seni vokal karawitan di Jawa Barat.
Karya dan jasa Upit Sarimanah telah menjadi warisan budaya tak ternilai yang terus dipelajari dan dilestarikan oleh generasi sinden dan musisi tradisional di seluruh Nusantara.
Kunci gitar dan partitur lagu-lagu Upit Sarimanah (terutama 'Mojang Priangan' dan 'Bajing Luncat') merupakan materi klasik yang sangat dihormati di Indonesia. Harmonisasi tangga nada pentatonik salendro/madenda yang dipadukan dengan progresi akor gitar akustik menjadikannya karya seni yang sangat indah dan menantang untuk dipelajari.
genetics
Musical DNA & Profil Komposisi
Analisis kecenderungan harmoni, tangga nada favorit, dan gaya penulisan lagu Upit Sarimanah.
swipe
Swipe
2 Lagu Dianalisis
psychology
50% repertoar lagu Upit Sarimanah menggunakan tangga nada dasar Am dengan rata-rata 7.5 chord per lagu (Mahir / Kompleks).