World Music
Sundanese Folk
Experimental Folk
Ethnic Tribal
Karinding Attack dibentuk di Ujungberung, Bandung pada tahun 2008 oleh para pegiat skena metal underground (Burgerkill, Forgotten) yang diinisiasi oleh Alm. Kimung, Okid, dan kawan-kawan.
Mereka menghidupkan kembali instrumen tradisional bambu karinding, celempung, dan goong tiup Sunda menjadi musik eksperimental yang magis dan bertenaga. Album perdana 'Gerbang Kerajaan Serigala' (2012) melahirkan karya-karya legendaris seperti 'Luhur Biang', 'Ampun Ma', 'Hompimpah', dan 'Tatar Karinding'.
Karinding Attack dibentuk di Ujungberung, Bandung pada tahun 2008 oleh para pegiat skena metal underground (Burgerkill, Forgotten) yang diinisiasi oleh Alm. Kimung, Okid, dan kawan-kawan.
Mereka menghidupkan kembali instrumen tradisional bambu karinding, celempung, dan goong tiup Sunda menjadi musik eksperimental yang magis dan bertenaga. Album perdana 'Gerbang Kerajaan Serigala' (2012) melahirkan karya-karya legendaris seperti 'Luhur Biang', 'Ampun Ma', 'Hompimpah', dan 'Tatar Karinding'.
Об исполнителе Karinding Attack
Karinding Attack dibentuk di Ujungberung, Bandung pada tahun 2008 oleh para pegiat skena metal underground (Burgerkill, Forgotten) yang diinisiasi oleh Alm. Kimung, Okid, dan kawan-kawan.
Mereka menghidupkan kembali instrumen tradisional bambu karinding, celempung, dan goong tiup Sunda menjadi musik eksperimental yang magis dan bertenaga. Album perdana 'Gerbang Kerajaan Serigala' (2012) melahirkan karya-karya legendaris seperti 'Luhur Biang', 'Ampun Ma', 'Hompimpah', dan 'Tatar Karinding'.
Karinding Attack dibentuk di Ujungberung, Bandung pada tahun 2008 oleh para pegiat skena metal underground (Burgerkill, Forgotten) yang diinisiasi oleh Alm. Kimung, Okid, dan kawan-kawan.
Mereka menghidupkan kembali instrumen tradisional bambu karinding, celempung, dan goong tiup Sunda menjadi musik eksperimental yang magis dan bertenaga. Album perdana 'Gerbang Kerajaan Serigala' (2012) melahirkan karya-karya legendaris seperti 'Luhur Biang', 'Ampun Ma', 'Hompimpah', dan 'Tatar Karinding'.