music_note
Synthpop
music_note
J-Rock Melayu
music_note
Pop Rock
music_note
Pop Melayu
library_music
15 首歌曲
Zivilia didirikan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 8 Agustus 2008 oleh Zulkifli (Zul) selaku vokalis, kibordis, dan pencipta lagu utama setelah kepulangannya dari Jepang. Menggabungkan aransemen synthpop modern, petikan distorsi melodi J-Rock, cengkok Pop Melayu, serta lirik cinta dwibahasa Jepang-Indonesia, Zivilia langsung menggebrak panggung musik nasional secara fenomenal.
Single debut legendaris mereka, 'Aishiteru (Menunggumu)' (2009), meledak menjadi salah satu lagu paling populer di era 2010-an dengan jutaan unduhan nada dering (RBT) dan merajai tangga lagu musik di seluruh Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Kesuksesan tersebut disusul dengan rentetan karya hits berikutnya, seperti 'Aishiteru 2', 'Aishiteru 3', 'Kokorono Tomo', 'Pintu Taubat', 'Karena Cinta', dan 'Layang-Layang Merah'.
Eksperimen musik Zivilia yang berani memadukan kehangatan pop Melayu dengan estetika J-Pop dan kibor synthpop menjadikannya salah satu band paling inovatif dan berkarakter kuat dalam sejarah musik populer Indonesia.
Kunci gitar lagu-lagu Zivilia selalu menjadi favorit para pemain gitar dan musisi panggung di Tanah Air. Progresi chord yang melodius, intro kibor/gitar yang khas, dan lirik yang melegenda menjadikannya materi yang sangat asyik untuk dimainkan dalam format akustik maupun formasi band lengkap.
Zivilia didirikan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 8 Agustus 2008 oleh Zulkifli (Zul) selaku vokalis, kibordis, dan pencipta lagu utama setelah kepulangannya dari Jepang. Menggabungkan aransemen synthpop modern, petikan distorsi melodi J-Rock, cengkok Pop Melayu, serta lirik cinta dwibahasa Jepang-Indonesia, Zivilia langsung menggebrak panggung musik nasional secara fenomenal.
Single debut legendaris mereka, 'Aishiteru (Menunggumu)' (2009), meledak menjadi salah satu lagu paling populer di era 2010-an dengan jutaan unduhan nada dering (RBT) dan merajai tangga lagu musik di seluruh Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Kesuksesan tersebut disusul dengan rentetan karya hits berikutnya, seperti 'Aishiteru 2', 'Aishiteru 3', 'Kokorono Tomo', 'Pintu Taubat', 'Karena Cinta', dan 'Layang-Layang Merah'.
Eksperimen musik Zivilia yang berani memadukan kehangatan pop Melayu dengan estetika J-Pop dan kibor synthpop menjadikannya salah satu band paling inovatif dan berkarakter kuat dalam sejarah musik populer Indonesia.
Kunci gitar lagu-lagu Zivilia selalu menjadi favorit para pemain gitar dan musisi panggung di Tanah Air. Progresi chord yang melodius, intro kibor/gitar yang khas, dan lirik yang melegenda menjadikannya materi yang sangat asyik untuk dimainkan dalam format akustik maupun formasi band lengkap.
关于 Zivilia
Zivilia didirikan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 8 Agustus 2008 oleh Zulkifli (Zul) selaku vokalis, kibordis, dan pencipta lagu utama setelah kepulangannya dari Jepang. Menggabungkan aransemen synthpop modern, petikan distorsi melodi J-Rock, cengkok Pop Melayu, serta lirik cinta dwibahasa Jepang-Indonesia, Zivilia langsung menggebrak panggung musik nasional secara fenomenal.
Single debut legendaris mereka, 'Aishiteru (Menunggumu)' (2009), meledak menjadi salah satu lagu paling populer di era 2010-an dengan jutaan unduhan nada dering (RBT) dan merajai tangga lagu musik di seluruh Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Kesuksesan tersebut disusul dengan rentetan karya hits berikutnya, seperti 'Aishiteru 2', 'Aishiteru 3', 'Kokorono Tomo', 'Pintu Taubat', 'Karena Cinta', dan 'Layang-Layang Merah'.
Eksperimen musik Zivilia yang berani memadukan kehangatan pop Melayu dengan estetika J-Pop dan kibor synthpop menjadikannya salah satu band paling inovatif dan berkarakter kuat dalam sejarah musik populer Indonesia.
Kunci gitar lagu-lagu Zivilia selalu menjadi favorit para pemain gitar dan musisi panggung di Tanah Air. Progresi chord yang melodius, intro kibor/gitar yang khas, dan lirik yang melegenda menjadikannya materi yang sangat asyik untuk dimainkan dalam format akustik maupun formasi band lengkap.
Zivilia didirikan di Kendari, Sulawesi Tenggara pada 8 Agustus 2008 oleh Zulkifli (Zul) selaku vokalis, kibordis, dan pencipta lagu utama setelah kepulangannya dari Jepang. Menggabungkan aransemen synthpop modern, petikan distorsi melodi J-Rock, cengkok Pop Melayu, serta lirik cinta dwibahasa Jepang-Indonesia, Zivilia langsung menggebrak panggung musik nasional secara fenomenal.
Single debut legendaris mereka, 'Aishiteru (Menunggumu)' (2009), meledak menjadi salah satu lagu paling populer di era 2010-an dengan jutaan unduhan nada dering (RBT) dan merajai tangga lagu musik di seluruh Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Kesuksesan tersebut disusul dengan rentetan karya hits berikutnya, seperti 'Aishiteru 2', 'Aishiteru 3', 'Kokorono Tomo', 'Pintu Taubat', 'Karena Cinta', dan 'Layang-Layang Merah'.
Eksperimen musik Zivilia yang berani memadukan kehangatan pop Melayu dengan estetika J-Pop dan kibor synthpop menjadikannya salah satu band paling inovatif dan berkarakter kuat dalam sejarah musik populer Indonesia.
Kunci gitar lagu-lagu Zivilia selalu menjadi favorit para pemain gitar dan musisi panggung di Tanah Air. Progresi chord yang melodius, intro kibor/gitar yang khas, dan lirik yang melegenda menjadikannya materi yang sangat asyik untuk dimainkan dalam format akustik maupun formasi band lengkap.