music_note
Pop
music_note
Jazz Pop
music_note
Acoustic Pop
library_music
21 Morceaux
Juicy Luicy dibentuk di Bandung pada tahun 2010 oleh Julian Kaisar (vokal), Denis Ligia (gitar), Zamzam Y.M (saksofon/akustik), Dwi Nugroho (drum), dan Bina Bagja (bass). Mereka mengusung musik pop manis berpadu alunan saksofon hangat dengan tema kegagalan cinta kaum urban. Lagu 'Lantas' (2020) dari album 'Sentimental' mencatatkan sejarah sebagai salah satu lagu berbahasa Indonesia pertama yang menembus lebih dari 300 juta pemutaran di Spotify.
Disusul lagu 'Tampar', 'Tanpa Tergesa', 'Sayangnya', dan 'Sialan' (feat. Adrian Khalif).
Juicy Luicy dibentuk di Bandung pada tahun 2010 oleh Julian Kaisar (vokal), Denis Ligia (gitar), Zamzam Y.M (saksofon/akustik), Dwi Nugroho (drum), dan Bina Bagja (bass). Mereka mengusung musik pop manis berpadu alunan saksofon hangat dengan tema kegagalan cinta kaum urban. Lagu 'Lantas' (2020) dari album 'Sentimental' mencatatkan sejarah sebagai salah satu lagu berbahasa Indonesia pertama yang menembus lebih dari 300 juta pemutaran di Spotify.
Disusul lagu 'Tampar', 'Tanpa Tergesa', 'Sayangnya', dan 'Sialan' (feat. Adrian Khalif).
À propos de Juicy Luicy
Juicy Luicy dibentuk di Bandung pada tahun 2010 oleh Julian Kaisar (vokal), Denis Ligia (gitar), Zamzam Y.M (saksofon/akustik), Dwi Nugroho (drum), dan Bina Bagja (bass). Mereka mengusung musik pop manis berpadu alunan saksofon hangat dengan tema kegagalan cinta kaum urban. Lagu 'Lantas' (2020) dari album 'Sentimental' mencatatkan sejarah sebagai salah satu lagu berbahasa Indonesia pertama yang menembus lebih dari 300 juta pemutaran di Spotify.
Disusul lagu 'Tampar', 'Tanpa Tergesa', 'Sayangnya', dan 'Sialan' (feat. Adrian Khalif).
Juicy Luicy dibentuk di Bandung pada tahun 2010 oleh Julian Kaisar (vokal), Denis Ligia (gitar), Zamzam Y.M (saksofon/akustik), Dwi Nugroho (drum), dan Bina Bagja (bass). Mereka mengusung musik pop manis berpadu alunan saksofon hangat dengan tema kegagalan cinta kaum urban. Lagu 'Lantas' (2020) dari album 'Sentimental' mencatatkan sejarah sebagai salah satu lagu berbahasa Indonesia pertama yang menembus lebih dari 300 juta pemutaran di Spotify.
Disusul lagu 'Tampar', 'Tanpa Tergesa', 'Sayangnya', dan 'Sialan' (feat. Adrian Khalif).