music_note
Kasidah Modern
music_note
Pop Religi
music_note
Gambus
music_note
World Music
library_music
1 Morceaux
Nasida Ria dibentuk di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 1975 oleh H. Malik Zain dan Hj. Mudrikah Zain. Beranggotakan sembilan musisi wanita yang memainkan instrumen rebana, biola, gitar, mandolin, kibor, dan bas, Nasida Ria adalah grup kasidah modern paling berpengaruh di dunia yang telah tampil di berbagai festival internasional seperti Documenta Fifteen di Jerman.
Lagu-lagu mahakarya mereka seperti 'Perdamaian', 'Kota Santri', 'Bom Nuklir', 'Dunia dalam Berita', dan 'Jilbab Putih' sarat akan pesan perdamaian dunia, toleransi, dan keadilan sosial. Struktur akor kasidah-pop gubahan Nasida Ria sangat ikonik dan mengasyikkan untuk dimainkan.
Nasida Ria dibentuk di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 1975 oleh H. Malik Zain dan Hj. Mudrikah Zain. Beranggotakan sembilan musisi wanita yang memainkan instrumen rebana, biola, gitar, mandolin, kibor, dan bas, Nasida Ria adalah grup kasidah modern paling berpengaruh di dunia yang telah tampil di berbagai festival internasional seperti Documenta Fifteen di Jerman.
Lagu-lagu mahakarya mereka seperti 'Perdamaian', 'Kota Santri', 'Bom Nuklir', 'Dunia dalam Berita', dan 'Jilbab Putih' sarat akan pesan perdamaian dunia, toleransi, dan keadilan sosial. Struktur akor kasidah-pop gubahan Nasida Ria sangat ikonik dan mengasyikkan untuk dimainkan.
À propos de Nasida Ria
Nasida Ria dibentuk di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 1975 oleh H. Malik Zain dan Hj. Mudrikah Zain. Beranggotakan sembilan musisi wanita yang memainkan instrumen rebana, biola, gitar, mandolin, kibor, dan bas, Nasida Ria adalah grup kasidah modern paling berpengaruh di dunia yang telah tampil di berbagai festival internasional seperti Documenta Fifteen di Jerman.
Lagu-lagu mahakarya mereka seperti 'Perdamaian', 'Kota Santri', 'Bom Nuklir', 'Dunia dalam Berita', dan 'Jilbab Putih' sarat akan pesan perdamaian dunia, toleransi, dan keadilan sosial. Struktur akor kasidah-pop gubahan Nasida Ria sangat ikonik dan mengasyikkan untuk dimainkan.
Nasida Ria dibentuk di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 1975 oleh H. Malik Zain dan Hj. Mudrikah Zain. Beranggotakan sembilan musisi wanita yang memainkan instrumen rebana, biola, gitar, mandolin, kibor, dan bas, Nasida Ria adalah grup kasidah modern paling berpengaruh di dunia yang telah tampil di berbagai festival internasional seperti Documenta Fifteen di Jerman.
Lagu-lagu mahakarya mereka seperti 'Perdamaian', 'Kota Santri', 'Bom Nuklir', 'Dunia dalam Berita', dan 'Jilbab Putih' sarat akan pesan perdamaian dunia, toleransi, dan keadilan sosial. Struktur akor kasidah-pop gubahan Nasida Ria sangat ikonik dan mengasyikkan untuk dimainkan.