music_note
Indie Rock
music_note
Art Rock
music_note
Progressive Pop
music_note
Alternative Rock
library_music
0 Songs
Barasuara adalah grup musik indie rock, art rock, dan progressive pop visioner asal Jakarta yang dibentuk pada tahun 2012 oleh Iga Massardi (vokal/gitar), TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bass), Marco Steffiano (drum), Asteriska (vokal), dan Puti Chitara (vokal). Memadukan lirik bahasa Indonesia sastrawi yang tajam, ketukan ritmis polyrhythm yang kompleks, dan dinamika vokal harmoni tiga suara, Barasuara menggebrak industri musik tanah air sebagai salah satu band paling inovatif abad ini (Penunggang Badai).
Album perdana revolusioner mereka Taifun (2015) meraih pujian luas dan memenangkan penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) lewat deretan hits bertenaga seperti 'Bahas Bahasa', 'Sendu Melagu', 'Api & Lentera', 'Nyala Suara', dan 'Mengunci Ingatan'. Kesuksesan berlanjut lewat album kedua Pikiran dan Perjalanan (2019) dan Jalaran Sadrah (2024) lewat lagu 'Terbuang dalam Waktu' dan 'Merayakan Fana'.
Bagi musisi dan gitaris, aransemen lagu-lagu Barasuara menyajikan komposisi progresi akor yang menantang, eksplorasi birama ganjil, dan interaksi melodi gitar antara Iga Massardi dan TJ Kusuma yang sangat kaya teknik.
Barasuara adalah grup musik indie rock, art rock, dan progressive pop visioner asal Jakarta yang dibentuk pada tahun 2012 oleh Iga Massardi (vokal/gitar), TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bass), Marco Steffiano (drum), Asteriska (vokal), dan Puti Chitara (vokal). Memadukan lirik bahasa Indonesia sastrawi yang tajam, ketukan ritmis polyrhythm yang kompleks, dan dinamika vokal harmoni tiga suara, Barasuara menggebrak industri musik tanah air sebagai salah satu band paling inovatif abad ini (Penunggang Badai).
Album perdana revolusioner mereka Taifun (2015) meraih pujian luas dan memenangkan penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) lewat deretan hits bertenaga seperti 'Bahas Bahasa', 'Sendu Melagu', 'Api & Lentera', 'Nyala Suara', dan 'Mengunci Ingatan'. Kesuksesan berlanjut lewat album kedua Pikiran dan Perjalanan (2019) dan Jalaran Sadrah (2024) lewat lagu 'Terbuang dalam Waktu' dan 'Merayakan Fana'.
Bagi musisi dan gitaris, aransemen lagu-lagu Barasuara menyajikan komposisi progresi akor yang menantang, eksplorasi birama ganjil, dan interaksi melodi gitar antara Iga Massardi dan TJ Kusuma yang sangat kaya teknik.
About Barasuara
Barasuara adalah grup musik indie rock, art rock, dan progressive pop visioner asal Jakarta yang dibentuk pada tahun 2012 oleh Iga Massardi (vokal/gitar), TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bass), Marco Steffiano (drum), Asteriska (vokal), dan Puti Chitara (vokal). Memadukan lirik bahasa Indonesia sastrawi yang tajam, ketukan ritmis polyrhythm yang kompleks, dan dinamika vokal harmoni tiga suara, Barasuara menggebrak industri musik tanah air sebagai salah satu band paling inovatif abad ini (Penunggang Badai).
Album perdana revolusioner mereka Taifun (2015) meraih pujian luas dan memenangkan penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) lewat deretan hits bertenaga seperti 'Bahas Bahasa', 'Sendu Melagu', 'Api & Lentera', 'Nyala Suara', dan 'Mengunci Ingatan'. Kesuksesan berlanjut lewat album kedua Pikiran dan Perjalanan (2019) dan Jalaran Sadrah (2024) lewat lagu 'Terbuang dalam Waktu' dan 'Merayakan Fana'.
Bagi musisi dan gitaris, aransemen lagu-lagu Barasuara menyajikan komposisi progresi akor yang menantang, eksplorasi birama ganjil, dan interaksi melodi gitar antara Iga Massardi dan TJ Kusuma yang sangat kaya teknik.
Barasuara adalah grup musik indie rock, art rock, dan progressive pop visioner asal Jakarta yang dibentuk pada tahun 2012 oleh Iga Massardi (vokal/gitar), TJ Kusuma (gitar), Gerald Situmorang (bass), Marco Steffiano (drum), Asteriska (vokal), dan Puti Chitara (vokal). Memadukan lirik bahasa Indonesia sastrawi yang tajam, ketukan ritmis polyrhythm yang kompleks, dan dinamika vokal harmoni tiga suara, Barasuara menggebrak industri musik tanah air sebagai salah satu band paling inovatif abad ini (Penunggang Badai).
Album perdana revolusioner mereka Taifun (2015) meraih pujian luas dan memenangkan penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI Awards) lewat deretan hits bertenaga seperti 'Bahas Bahasa', 'Sendu Melagu', 'Api & Lentera', 'Nyala Suara', dan 'Mengunci Ingatan'. Kesuksesan berlanjut lewat album kedua Pikiran dan Perjalanan (2019) dan Jalaran Sadrah (2024) lewat lagu 'Terbuang dalam Waktu' dan 'Merayakan Fana'.
Bagi musisi dan gitaris, aransemen lagu-lagu Barasuara menyajikan komposisi progresi akor yang menantang, eksplorasi birama ganjil, dan interaksi melodi gitar antara Iga Massardi dan TJ Kusuma yang sangat kaya teknik.