music_note
Punk Rock
music_note
70s Punk
music_note
Garage Punk
music_note
Indie Rock
library_music
3 Songs
The Jansen dibentuk di Bogor, Jawa Barat pada pertengahan tahun 2015 oleh dua bersaudara Cintarama Bani Satria / Tata (vokal utama & gitar) dan Adji Pamungkas (bass) bersama Aduoy (drum) dan Nina (gitar). Mengusung musik punk rock tempo sedang era akhir 70-an ala Buzzcocks dan The Undertones berpadu lirik bahasa Indonesia puitis eksistensial, The Jansen memimpin kebangkitan skena punk modern Indonesia. Album mahakarya 'Banal Makin Binal' (2022) melahirkan lagu-lagu hits yang dipuji secara luas seperti 'Kau Semayamkan Asmara Dimana', 'Langit Tak Seharusnya Biru', 'Mereguk Anti Depresan Lagi', 'Sore di Kebun Raya', dan 'Tipu Daya Sejarah'.
The Jansen dibentuk di Bogor, Jawa Barat pada pertengahan tahun 2015 oleh dua bersaudara Cintarama Bani Satria / Tata (vokal utama & gitar) dan Adji Pamungkas (bass) bersama Aduoy (drum) dan Nina (gitar). Mengusung musik punk rock tempo sedang era akhir 70-an ala Buzzcocks dan The Undertones berpadu lirik bahasa Indonesia puitis eksistensial, The Jansen memimpin kebangkitan skena punk modern Indonesia. Album mahakarya 'Banal Makin Binal' (2022) melahirkan lagu-lagu hits yang dipuji secara luas seperti 'Kau Semayamkan Asmara Dimana', 'Langit Tak Seharusnya Biru', 'Mereguk Anti Depresan Lagi', 'Sore di Kebun Raya', dan 'Tipu Daya Sejarah'.
About The Jansen
The Jansen dibentuk di Bogor, Jawa Barat pada pertengahan tahun 2015 oleh dua bersaudara Cintarama Bani Satria / Tata (vokal utama & gitar) dan Adji Pamungkas (bass) bersama Aduoy (drum) dan Nina (gitar). Mengusung musik punk rock tempo sedang era akhir 70-an ala Buzzcocks dan The Undertones berpadu lirik bahasa Indonesia puitis eksistensial, The Jansen memimpin kebangkitan skena punk modern Indonesia. Album mahakarya 'Banal Makin Binal' (2022) melahirkan lagu-lagu hits yang dipuji secara luas seperti 'Kau Semayamkan Asmara Dimana', 'Langit Tak Seharusnya Biru', 'Mereguk Anti Depresan Lagi', 'Sore di Kebun Raya', dan 'Tipu Daya Sejarah'.
The Jansen dibentuk di Bogor, Jawa Barat pada pertengahan tahun 2015 oleh dua bersaudara Cintarama Bani Satria / Tata (vokal utama & gitar) dan Adji Pamungkas (bass) bersama Aduoy (drum) dan Nina (gitar). Mengusung musik punk rock tempo sedang era akhir 70-an ala Buzzcocks dan The Undertones berpadu lirik bahasa Indonesia puitis eksistensial, The Jansen memimpin kebangkitan skena punk modern Indonesia. Album mahakarya 'Banal Makin Binal' (2022) melahirkan lagu-lagu hits yang dipuji secara luas seperti 'Kau Semayamkan Asmara Dimana', 'Langit Tak Seharusnya Biru', 'Mereguk Anti Depresan Lagi', 'Sore di Kebun Raya', dan 'Tipu Daya Sejarah'.