The Rollies dibentuk di Bandung pada tahun 1967 oleh Deddy Stanzah (vokal & bass), Iwan Krisnawan (drum), Tengku Zulian Iskandar (saksofon), Delly Joko Arifin (kibor), dan Bangun Sugito / Gito Rollies (vokal utama). The Rollies memelopori penggabungan instrumen tiup brass section (trompet, trombon, saksofon) bertenaga dengan ketukan funk, soul, dan hard rock ala Chicago dan Blood, Sweat & Tears.
Album 'Kemarau' (1979) memenangkan penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup. Lagu-lagu legendaris mereka seperti 'Burung Gagak', 'Kau Yang Kusayang', 'Kemarau', 'Astuti', 'Salam Terakhir', dan 'Hari-Hari Santai' abadi dalam sejarah musik Indonesia.
The Rollies dibentuk di Bandung pada tahun 1967 oleh Deddy Stanzah (vokal & bass), Iwan Krisnawan (drum), Tengku Zulian Iskandar (saksofon), Delly Joko Arifin (kibor), dan Bangun Sugito / Gito Rollies (vokal utama). The Rollies memelopori penggabungan instrumen tiup brass section (trompet, trombon, saksofon) bertenaga dengan ketukan funk, soul, dan hard rock ala Chicago dan Blood, Sweat & Tears.
Album 'Kemarau' (1979) memenangkan penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup. Lagu-lagu legendaris mereka seperti 'Burung Gagak', 'Kau Yang Kusayang', 'Kemarau', 'Astuti', 'Salam Terakhir', dan 'Hari-Hari Santai' abadi dalam sejarah musik Indonesia.